Semangat Santri Disabilitas Ikuti Pesantren Kilat Ramadan di Ciampea

Medcom • 04 Maret 2026 15:01
Bogor: Puluhan santri penyandang tunanetra, tunarungu, dan tunawicara mengikuti kegiatan pesantren kilat Ramadan di Pesantren Cahaya Quran, Ciampea, Kabupaten Bogor. Meski memiliki keterbatasan fisik, semangat mereka dalam mempelajari Al-Qur’an tetap tinggi dan penuh antusiasme.

Para santri tunanetra membaca Al-Qur’an menggunakan huruf braille dengan penuh ketekunan. Tak sedikit di antara mereka yang mampu menghafal ayat-ayat suci. Sementara itu, santri tunarungu dan tunawicara mengikuti pembelajaran melalui gerakan tangan dan bahasa isyarat yang dibimbing para ustaz dan ustazah. Suasana belajar berlangsung khidmat, disertai semangat dan kebersamaan yang terasa hangat.

Pengasuh pesantren, Arief, mengatakan saat ini terdapat 60 santri disabilitas yang menimba ilmu di Pesantren Cahaya Quran tanpa dipungut biaya. Selain belajar membaca dan menulis Al-Qur’an (BTQ), para santri juga mendapatkan materi seputar fiqih puasa dan wawasan keislaman lainnya selama Ramadan.

Salah seorang pengajar yang juga penyandang tunanetra, Ustaz Rizky, mengaku bangga dengan semangat para santri. Menurutnya, keterbatasan fisik bukan penghalang untuk terus belajar dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melalui kegiatan pesantren kilat ini, diharapkan semangat belajar Al-Qur’an terus tumbuh dan menjadi inspirasi bahwa keterbatasan bukanlah batas untuk meraih ilmu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News


(MUM)

Medcom Nasional