Memasuki beberapa hari sebelum Idulfitri, para pembuat lemang tampak sibuk memproduksi pesanan dalam jumlah besar. Lemang yang terbuat dari beras ketan dan santan dimasak di dalam selongsong bambu menggunakan api unggun, menghasilkan aroma asap yang khas serta tekstur yang lembut.
Salah satu pembuat lemang, Mohd Arifin Zakaria, mengatakan usahanya telah berjalan sejak sebelum pandemi covid-19 dan kini terus beroperasi setiap hari.
Untuk meningkatkan produksi, pembuat lemang menggunakan daun lerek sebagai pelapis bambu menggantikan daun pisang. Cara ini dinilai lebih praktis saat mengeluarkan lemang yang telah matang. Selain itu, kualitas bahan baku tetap menjadi perhatian utama guna menjaga cita rasa agar pelanggan terus kembali. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)