Harga buket yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari belasan ribu hingga ratusan ribu rupiah, menyesuaikan ukuran dan jenis rangkaian yang dipilih. Di antara berbagai pilihan tersebut, buket uang masih menjadi produk yang paling diminati karena dinilai unik, praktis, dan sesuai dengan anggaran para pelajar.
Salah seorang perajin buket, Elis, mengaku telah menjalankan usaha ini sejak 2018. Pada musim perpisahan sekolah tahun ini, ia mampu meraup keuntungan antara Rp3 juta hingga Rp5 juta. Tidak hanya melayani pelanggan di Pandeglang, Elis juga menerima pesanan dari sejumlah daerah lain seperti Kabupaten Serang, Lebak, hingga Cilegon.
Lonjakan permintaan serupa juga dirasakan perajin buket lainnya, Rifky Maulana. Jika pada hari biasa omzetnya berkisar Rp400 ribu hingga Rp500 ribu per hari, saat musim perpisahan sekolah ia bisa memperoleh hingga Rp2 juta dalam sehari. Fenomena ini menunjukkan bahwa kreativitas dalam memanfaatkan momen tahunan mampu menjadi peluang usaha yang menjanjikan sekaligus menggerakkan roda ekonomi pelaku UMKM lokal. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)