Fenomena thrifting semakin populer seiring kuatnya pengaruh media sosial, khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa. Fashion vintage dan barang-barang bekas dengan model unik dianggap mampu merepresentasikan karakter dan identitas pribadi penggunanya. Banyak anak muda memilih pakaian thrift karena desainnya lebih beragam dan tidak pasaran dibanding produk fast fashion yang diproduksi massal.
Tak hanya menjadi sarana berekspresi, tren thrifting juga membuka peluang usaha baru. Para penjual mengaku minat pembeli terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama untuk produk fashion wanita seperti celana dan atasan vintage. Harga yang dinilai lebih terjangkau dengan kualitas yang masih baik membuat thrifting semakin diminati berbagai kalangan.
Selain alasan gaya dan harga, sebagian pengunjung juga menilai thrifting sebagai bentuk dukungan terhadap gaya hidup berkelanjutan. Dengan menggunakan kembali pakaian bekas layak pakai, mereka merasa ikut mengurangi limbah industri fast fashion. Di tengah perkembangan tren fashion yang semakin dinamis, thrifting pun diprediksi akan terus berkembang sebagai budaya sekaligus gaya hidup baru anak muda urban. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)