Warga Pulau Kambuno ini dikenal sebagai imam masjid di kampungnya. Selama bertahun-tahun, ia menabung dari hasil berjualan dan pengabdiannya, hingga akhirnya bisa mendaftar haji pada 2014. Kini, penantiannya terjawab saat ia tergabung dalam kloter 17 Embarkasi Makassar.
Perjalanan menuju Baitullah bukanlah hal mudah bagi Saifuddin. Sejak remaja, ia mengalami gangguan penglihatan hingga akhirnya kehilangan kemampuan melihat. Namun, keterbatasan tersebut tak pernah memadamkan harapannya untuk menjadi tamu Allah.
Dalam perjalanan hajinya, Saifuddin didampingi keluarga yang setia membantu setiap langkahnya. Kisahnya menjadi pengingat bahwa keteguhan hati dan doa mampu mengalahkan segala keterbatasan, serta membuktikan bahwa impian besar tetap bisa diraih oleh siapa saja. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)