Jakarta: Sejumlah pemerintah kabupaten dan kota mulai menerapkan kebijakan penghematan bahan bakar minyak (BBM) sebagai bagian dari upaya efisiensi energi. Kebijakan tersebut mencakup penerapan work from home (WFH), pembatasan kendaraan dinas, hingga imbauan penggunaan transportasi ramah lingkungan.
Pemerintah Kabupaten Bekasi menerapkan sejumlah langkah strategis untuk menghadapi tekanan fiskal. Salah satunya dengan menarik kendaraan dinas yang dinilai tidak digunakan secara optimal. Selain itu, Pemkab Bekasi mendorong pola kerja fleksibel melalui penerapan WFH serta mengkaji digitalisasi sistem pembayaran retribusi yang akan dilakukan secara bertahap.
Di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, pemerintah daerah memastikan tidak akan menerapkan WFH bagi aparatur sipil negara (ASN). Namun, Bupati Ngawi menyarankan ASN yang tinggal dekat dengan kantor untuk menggunakan sepeda sebagai alternatif transportasi. Kebijakan ini diambil dengan menekankan pentingnya penghematan energi.
Sementara itu, Pemerintah Kota Salatiga mulai menyusun langkah efisiensi energi tanpa menerapkan WFH. Pemkot Salatiga justru mendorong gerakan bebas kendaraan bermotor, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum.
Pemerintah Kota Bogor juga tengah mengkaji kebijakan fleksibilitas kerja, termasuk kemungkinan penerapan WFH bagi ASN. Waktu penerapan kebijakan tersebut akan disesuaikan dengan arahan pemerintah pusat, termasuk opsi pelaksanaan pada hari tertentu.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MUM)