Secangkir Kopi Aceh, Ada Tradisi Puluhan Tahun yang Tak Pernah Padam

Medcom • 06 Agustus 2026 14:50
Banda Aceh: Kopi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Aceh. Dari dataran tinggi Gayo hingga warung-warung kopi di Banda Aceh, tradisi menikmati kopi berkembang menjadi identitas budaya yang turut menggerakkan sektor ekonomi, pariwisata, dan industri kreatif. Tak heran, Banda Aceh dikenal sebagai 'Kota 1001 Warung Kopi'.

Salah satu warung kopi legendaris yang masih bertahan adalah Warung Kopi Cut Nun di kawasan Ulee Kareng. Berdiri hampir 40 tahun, kedai ini tetap menjadi tujuan masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga wisatawan. Pemilik warung menjaga cita rasa kopi dengan menggunakan biji kopi pilihan asal Takengon dan Tangse yang diolah sendiri tanpa campuran serta diseduh menggunakan teknik tradisional khas Aceh.

Kualitas kopi Aceh tidak lepas dari hasil perkebunan di dataran tinggi Gayo yang dikenal sebagai penghasil kopi Arabika berkualitas dunia. Proses sangrai hingga penyeduhan dilakukan secara khusus untuk menghasilkan aroma dan cita rasa yang khas. Bagi pelanggan, menikmati kopi di warung bukan sekadar menghilangkan dahaga, tetapi juga menjadi ruang bersilaturahmi dan berdiskusi. 

Tradisi ngopi yang diwariskan secara turun-temurun kini menjadi salah satu daya tarik wisata Aceh sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Secangkir kopi Aceh bukan hanya menyajikan cita rasa khas, tetapi juga merepresentasikan sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat yang terus terjaga dari generasi ke generasi.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MUM)

Medcom Nasional