Penantian panjang sejak mendaftar pada 2011 akhirnya terbayar. Namun perjalanan menuju Baitullah bukan tanpa ujian. Rencana keberangkatan Kasma sempat tertunda pada 2023, lalu kembali diuji pada 2024 ketika penyakit diabetes yang dideritanya memburuk hingga membuat kaki kirinya harus diamputasi dan fungsi tangan kanannya melemah.
Kini, dengan kursi roda sebagai teman setia, Kasma tetap menunjukkan keteguhan hati. Senyum tulus tak pernah lepas dari wajahnya, menyiratkan rasa syukur yang mendalam karena akhirnya bisa memenuhi panggilan Allah. Dalam perjalanan suci ini, ia didampingi sang anak yang setia membantu selama seluruh rangkaian ibadah.
Bagi Kasma, perjalanan ini bukan sekadar ibadah, tetapi juga bukti bahwa niat yang kuat mampu menembus segala keterbatasan. Kisahnya menjadi pengingat bahwa keyakinan dan keikhlasan akan selalu menemukan jalan, serta menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk tidak menyerah dalam meraih impian. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)