Pemilik Posh Hijab, Wida Subianto, mengatakan sebagian besar konsumen mencari hijab untuk melengkapi busana Lebaran serta digunakan saat salat tarawih dan kegiatan ngabuburit. Banyak pembeli datang membawa pakaian yang sudah dibeli untuk kemudian disesuaikan dengan warna hijab agar tampil serasi bersama keluarga. Bahan yang adem dan nyaman menjadi pilihan utama, terutama untuk menunjang aktivitas di tengah cuaca terik.
Selain kebutuhan pribadi, permintaan hampers dan paket oleh-oleh juga meningkat tajam. Dengan harga yang terjangkau, produk hijab dinilai cocok dijadikan hadiah saat pulang kampung. Menurut Wida, kemasan yang menarik membuat hijab terlihat lebih eksklusif, meski dijual dengan harga ramah di kantong.
UMKM yang awalnya berawal dari usaha reseller ini kini telah memproduksi sendiri dengan melibatkan penjahit lokal, termasuk pekerja usia non-produktif. Tren warna pun terus mengikuti selera pasar, yang saat ini didominasi nuansa earth tone seperti cocoa, latte, dan mocha. Melalui pemasaran offline dan online, termasuk media sosial, Posh Hijab kini tak hanya diminati pasar lokal, tetapi juga dikirim ke berbagai daerah di Indonesia. Ramadan pun menjadi momentum penting bagi UMKM ini untuk terus bertumbuh dan menggerakkan roda perekonomian daerah. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)