Salah satunya dilakukan Marten, sarjana teknik informatika yang memilih menjadi petani jagung di Desa Kuta, Kecamatan Kanatang. Selama tiga tahun terakhir, ia menggarap lahan sekitar satu hektare untuk menanam jagung sebagai sumber penghasilan.
Marten melihat potensi besar dari lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Jagung hasil panen tidak hanya dijual, tetapi juga dikonsumsi dan diolah menjadi pakan ternak. Baginya, sektor pertanian membuka peluang baru bagi generasi muda di daerah.
Setiap musim panen, keluarga turut membantu proses pengolahan hasil. Pendapatan dari bertani menjadi sumber penghidupan sekaligus tabungan, bahkan digunakan sebagai modal untuk usaha lain seperti peternakan.
Berdasarkan data, luas lahan potensial jagung di Sumba Timur mencapai lebih dari 15.000 hektare, namun pemanfaatannya masih di bawah 50 persen. Di sisi lain, kebutuhan jagung terus meningkat, sementara sebagian pasokan masih berasal dari luar daerah.
Di tengah keterbatasan lapangan kerja, pilihan kembali ke sektor pertanian menjadi alternatif bagi generasi muda untuk bertahan sekaligus membangun kemandirian ekonomi di daerah. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)