Program ini merupakan metode penguatan karakter yang mengajak siswa secara aktif mengamati perilaku positif di kelas. Dengan membiasakan siswa melihat dan menyampaikan hal-hal baik tentang teman, perhatian mereka dialihkan dari potensi perilaku negatif menuju sikap saling menghargai dan empati.
Pendekatan ini dinilai mampu membangun budaya sekolah yang lebih sehat. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa siswa yang terbiasa mengapresiasi kebaikan teman memiliki kecenderungan lebih besar membangun perilaku sosial positif, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Peneliti dari Health Collaborative Center, dr. Ray Wagiyu Basrowi, menyebut strategi tersebut membantu anak tidak terjebak pada hal-hal negatif. “Daripada anak fokus pada hal yang tidak baik dari temannya atau dari media sosial, mengapa tidak diarahkan untuk fokus pada kebaikan? Dengan membiasakan melaporkan kebaikan teman, informasi yang berpotensi memicu perundungan bisa ditekan,” ujarnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)