Deretan lampion berukuran jumbo tampak berjajar di lokasi produksi, siap dikirim kepada konsumen yang telah memesan sejak jauh hari. Dalam sehari, perajin hanya mampu memproduksi dua hingga empat unit lampion besar karena proses pembuatannya memerlukan ketelitian dan waktu yang tidak singkat.
Pembuatan lampion dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari perakitan rangka, pemasangan lapisan kain, hingga penambahan detail ornamen agar terlihat rapi dan kokoh. Untuk tahun ini, model klasik masih menjadi primadona yang paling banyak diminati pembeli.
Perajin menyebut lonjakan pesanan menjadi berkah tersendiri menjelang Imlek. Meski berukuran raksasa, lampion tersebut dibanderol sekitar Rp400 ribu per unit. Tingginya minat masyarakat menjadi bukti bahwa tradisi dan dekorasi khas Imlek tetap diminati dan terus dilestarikan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)