Sejak usia muda, Latifah membantu ibunya memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga. Sebelum bergabung di SPPG Polokarto, ia berjualan makanan secara daring dari rumah. Namun penghasilannya tidak menentu, bergantung pada jumlah pesanan yang datang setiap hari.
Kesempatan itu hadir ketika SPPG di dekat tempat tinggalnya membuka lowongan pekerjaan. Awalnya sang ibu yang mendaftar, tetapi karena tidak memenuhi batas usia, Latifah menggantikan dan akhirnya diterima sebagai petugas kebersihan. Pekerjaan tersebut menjadi titik balik dalam hidupnya.
Bagi Latifah, bekerja bukan sekadar mencari penghasilan, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan kemandirian. Ia berharap program ini terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, mendapat kesempatan yang sama untuk berkembang. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)