Sejak pagi, Agus sudah mulai membersihkan area dapur, baik di dalam maupun di luar, untuk memastikan kegiatan memasak berjalan lancar. Di balik pekerjaannya tersebut, ia juga menjalani usaha lain seperti beternak delapan ekor kambing serta menjadi tukang pijat keliling guna menambah penghasilan.
Keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi Agus untuk terus bekerja. Ia mengalami gangguan pendengaran sejak kecil dan baru lima tahun terakhir menggunakan alat bantu dengar. Meski demikian, semangatnya untuk bekerja tetap tinggi, terlebih setelah lebih dari satu tahun bergabung di dapur SPPG.
Bagi Agus, lingkungan kerja yang menerima kondisinya menjadi alasan untuk terus bertahan. Penghasilan dari pekerjaannya dimanfaatkan dengan cermat, termasuk untuk mencicil utang yang digunakan membiayai pendidikan anaknya.
Program MBG menjadi titik terang bagi kehidupan Agus. Dari pekerjaan sederhana di dapur, ia mulai menata kembali kondisi keuangannya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)