Sebanyak 273 jemaah memanfaatkan kreativitas tersebut sebagai solusi sederhana namun efektif. Selain penanda unik, setiap koper juga tetap dilengkapi identitas resmi seperti kartu pengenal dan foto pemilik, guna mempermudah proses identifikasi selama perjalanan ibadah haji.
Rencananya, seluruh koper akan diberangkatkan lebih dulu menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, sebelum para jemaah menyusul pada hari berikutnya. Nantinya, rombongan dari Pasuruan akan bergabung dengan jemaah dari daerah lain, sehingga jumlah barang bawaan yang serupa berpotensi cukup besar.
Pihak Kementerian Agama setempat turut mengimbau agar jemaah mematuhi aturan terkait barang bawaan. Selain menjaga ketertiban, langkah ini juga penting untuk memastikan keamanan penerbangan. Dengan persiapan matang dan cara-cara kreatif, para jemaah berharap perjalanan ibadah mereka dapat berjalan lancar dan nyaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)