Sebanyak 1.266 calon jemaah haji tampak antusias membawa koper mereka. Menariknya, banyak di antara koper tersebut diberi tanda unik agar mudah dikenali. Tak hanya pita, beberapa jemaah bahkan menambahkan sandal, cangkir, hingga boneka sebagai penanda sekaligus pengingat akan keluarga yang ditinggalkan di rumah.
Kasi Bina Pengendali Haji dan Umrah Kemenhaj Jombang, Azifah Yusrinawati, menjelaskan bahwa penandaan ini menjadi hal yang lumrah. Selain membantu identifikasi koper, benda-benda tersebut juga memiliki nilai emosional bagi jemaah, terutama saat mereka merindukan keluarga selama berada di Tanah Suci.
Meski demikian, jemaah tetap diimbau untuk mematuhi aturan barang bawaan. Cairan dibatasi maksimal 100 mililiter untuk kabin, sementara benda tajam dan barang tertentu harus ditempatkan di koper besar. Dengan persiapan matang, diharapkan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)