Dampak kekeringan ekstrem yang terjadi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan semakin meluas. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, luas wilayah yang terdampak sudah mencapai 7 kecamatan.
Dari 7 kecamatan, 4 kecamatan wilayah pesisir paling terdampak. Masyarakat sangat kesulitan mendapatkan pasokan air bersih, pasca belasan sumur tadah hujan mengering. Bahkan jumlah warga yang terdampak krisis air bersih mencapai 22 ribu jiwa.
BPBD Maros mengaku mengalami kendala selama penyaluran bantuan air untuk masyarakat. Seperti kekurangan armada, yang tersedia hanya 2 unit, sedangkan lokasi kekeringan yang tersalur semakin meluas.
Selain berdampak pada masyarakat, krisis air bersih juga merusak tanaman padi warga dan areal perkebunan.
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(rzs)