Kenapa Disebut Tanah Abang? Ini Sejarahnya

Medcom • 22 Juni 2026 10:47

Jakarta: Di balik hiruk pikuk Ibu Kota, sejumlah kawasan di Jakarta menyimpan cerita panjang yang menjadi bagian dari identitas kota. Dua di antaranya adalah Tanah Abang dan Kebon Kacang, nama kawasan yang setiap hari akrab disebut masyarakat, namun memiliki sejarah yang tak banyak diketahui.

 

Bagi sebagian warga, nama Tanah Abang kerap memunculkan pertanyaan apakah kawasan ini berkaitan dengan sosok bernama Abang. Padahal, menurut sastrawan Betawi Yahya Andi Saputra, nama Tanah Abang diyakini berasal dari kondisi tanah di kawasan tersebut yang berwarna kemerahan.

 

Istilah abang dalam bahasa Jawa berarti merah, sehingga kawasan itu dikenal sebagai tanah berwarna abang. Nama ini telah digunakan sejak abad ke-17, jauh sebelum Tanah Abang berkembang menjadi pusat perdagangan besar seperti sekarang.

 

Tak jauh dari Tanah Abang, kawasan Kebon Kacang juga menyimpan cerita masa lalu. Dahulu wilayah ini merupakan kawasan pertanian yang banyak ditumbuhi tanaman kacang. Namun seiring perkembangan kota, kawasan tersebut berubah menjadi area permukiman, bisnis, dan kuliner. Meski wajahnya telah berubah, nama Kebun Kacang tetap melekat, salah satunya melalui kuliner khas Nasi Uduk Kebon Kacang yang masih bertahan hingga kini.

 

Perubahan zaman membuat wajah Jakarta terus berkembang, tetapi nama-nama kawasan seperti Tanah Abang dan Kebon Kacang menjadi pengingat bahwa setiap sudut Ibu Kota memiliki jejak sejarah. Kisah di balik nama tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Jakarta yang terus bertransformasi tanpa kehilangan identitasnya.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MUM)

Medcom Nasional