Tingginya mobilitas masyarakat turut mendorong perputaran uang yang ditaksir mencapai Rp148 triliun. Mayoritas pemudik melakukan perjalanan melalui jalur darat, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.
Wakil Ketua Umum Kadin, Sarman Simanjorang, menyebut perhitungan tersebut didasarkan pada jumlah kepala keluarga dan rata-rata pengeluaran selama mudik. Ia memperkirakan setiap keluarga membawa dana sekitar Rp4,1 juta hingga Rp4,5 juta, sehingga total perputaran uang berpotensi menembus lebih dari Rp148 triliun.
Perputaran uang tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari transportasi, belanja di kampung halaman, wisata, hingga pembelian oleh-oleh. Aktivitas ini berdampak pada hampir seluruh sektor usaha yang terkait dengan kebutuhan masyarakat selama Lebaran.
Namun, masyarakat diimbau tetap bijak dalam mengelola keuangan pasca mudik. Pengeluaran yang tidak terkontrol dikhawatirkan dapat memicu kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari setelah libur Lebaran, terutama jika menggunakan dana pinjaman. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)