Seluruh populasi kadal ini terkonsentrasi di kawasan tersebut sehingga sangat rentan terhadap perubahan lingkungan. Salah satu ancaman utama adalah meningkatnya populasi tikus yang memangsa kadal, terutama anakan.
Untuk mengatasi hal itu, tim konservasi membangun pagar anti-predator setinggi lebih dari dua meter yang juga ditanam ke dalam tanah guna mencegah masuknya hewan pengganggu. Selain itu, petugas memasang perangkap dan umpan beracun untuk mengendalikan populasi tikus di area tersebut.
Pemantauan menunjukkan hasil positif dengan tidak ditemukannya aktivitas tikus dalam beberapa bulan terakhir. Sebagian kadal juga dipindahkan ke Kebun Binatang Auckland untuk ditangkarkan dalam lingkungan terkontrol sebagai upaya menjaga kelangsungan spesies. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)