Hidangan berbahan dasar tempoyak atau fermentasi durian ini menawarkan cita rasa asam, manis, dan gurih dengan aroma khas yang kuat. Sambal seruit biasanya disajikan bersama aneka lauk dan lalapan dalam satu hidangan.
Sejumlah restoran di Bandar Lampung tampak ramai dipadati pengunjung selama libur Lebaran. Dalam sehari, ratusan tamu datang silih berganti untuk mencicipi kuliner khas tersebut.
Sambal seruit dibuat dari campuran cabai, terasi, dan rampai yang dipadukan dengan tempoyak. Hidangan ini tidak hanya menjadi santapan, tetapi juga bagian dari tradisi makan bersama masyarakat Lampung.
Pemilik restoran mengungkapkan, sejak dibuka pada momen Lebaran, jumlah pengunjung terus meningkat. Tidak hanya warga lokal, wisatawan dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung, hingga Batam turut datang untuk mencicipi kuliner tersebut.
Pelaku usaha kuliner berharap sambal seruit semakin dikenal luas dan mampu menjadi daya tarik wisata yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)