Parade ikonik seperti Mangal Shobhajatra menjadi pusat perhatian. Para peserta menari diiringi musik tradisional, sambil membawa topeng warna-warni serta miniatur hias yang menciptakan suasana semarak. Tradisi ini tak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana ekspresi budaya yang sarat makna.
Menariknya, aparat keamanan turut berpartisipasi dalam perayaan ini. Sebagian dari mereka bahkan menunggang kuda, tidak hanya untuk menjaga keamanan tetapi juga menambah semarak suasana. Kehadiran mereka memperlihatkan kolaborasi antara masyarakat dan aparat dalam menjaga tradisi tetap berjalan aman dan meriah.
Parade budaya ini telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia sejak 2018. Berawal dari inisiatif mahasiswa dan dosen Fakultas Seni Rupa Universitas Dhaka, tradisi ini kini menjadi simbol harapan, persatuan, serta semangat baru bagi masyarakat dalam menyambut tahun yang lebih damai. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)