Sehari-hari, Sumarno bekerja sebagai kuli panggul di pasar Tunjungan. Dari penghasilan sekitar Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per hari, ia menyisihkan Rp4 ribu hingga Rp5 ribu untuk ditabung. Kebiasaan sederhana itu ia jalani dengan konsisten selama kurang lebih 20 tahun hingga mampu melunasi biaya ibadah haji.
Perjalanan panjang tersebut bukan tanpa tantangan. Di tengah keterbatasan ekonomi, niat kuat menjadi bahan bakar utama Sumarno untuk terus berusaha. Baginya, sedikit demi sedikit yang dikumpulkan setiap hari adalah langkah nyata mendekatkan diri pada impian besar.
Kini, berbagai persiapan telah ia lakukan, mulai dari manasik hingga kelengkapan dokumen. Dengan penuh harap, Sumarno berdoa agar diberi kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan rukun haji. Kisahnya menjadi pengingat bahwa ketekunan dan keyakinan mampu mengantarkan siapa saja meraih impian, setinggi apa pun itu. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)