Sulawesi Selatan: Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, mengembangkan program pemurnian bibit bawang merah varietas lokal. Varietas yang diberi nama Lokana ini dikembangkan di Desa Bonto Maccini, Kecamatan Sinoa, dan diresmikan melalui panen bibit bawang merah bersama para petani setempat.
Program pemurnian bibit ini dilatarbelakangi keluhan petani terkait menurunnya hasil panen bawang merah yang sebelumnya hanya mencapai 8 hingga 9 ton per hektare. Melalui pengembangan bibit unggul Lokana, petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas hingga 20–25 ton per hektare sekaligus memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat.
Varietas bawang merah Lokana memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya ukuran umbi yang lebih besar dibandingkan bawang merah pada umumnya, kebutuhan pestisida yang lebih rendah, serta kemampuan adaptasi yang luas. Bawang ini dapat ditanam di dataran rendah maupun dataran tinggi dengan masa panen relatif singkat, sehingga dinilai menguntungkan secara ekonomi bagi petani.
Ketua Tim Swakelola Perbenihan Bawang Merah Unhas, Elkawakib, menjelaskan bahwa bawang Lokana memiliki produktivitas tinggi dengan rata-rata hasil mencapai 24 ton per hektare. Sementara itu, Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, menyampaikan pendampingan dari Unhas menjadi langkah penting untuk mengatasi penurunan hasil panen dan mengembalikan kepercayaan petani terhadap varietas lokal unggulan daerah.
(Ahmad Mumtaz Albika Musyarrif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di