Disebut lontong jumbo karena ukurannya yang jauh lebih besar dari lontong pada umumnya, dengan berat mencapai sekitar 6 kilogram. Selain ukurannya, keunikan lain terletak pada proses pembuatannya yang tanpa bahan kimia, namun mampu bertahan hingga enam hari tanpa disimpan di lemari pendingin.
Ketahanan tersebut diperoleh dari proses memasak yang masih menggunakan cara tradisional. Lontong direbus dalam waktu lama sehingga menghasilkan tekstur yang padat dan tidak mudah basi.
Pengrajin lontong jumbo, Agus Takur, mengatakan proses perebusan bisa memakan waktu hingga 24 jam. “Proses pembuatannya ini rebusannya 24 jam. Tidak pakai pengawet, hanya beras pilihan. Kadang bisa sampai 26 jam agar tahan hingga beberapa hari,” ujarnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)