Ajang ini pertama kali digelar pada 1996 sebagai upaya menghidupkan kembali industri peternakan sapi yang sempat meredup. Kini, Rodeo Masbate berkembang menjadi satu-satunya festival rodeo di Filipina, sekaligus menjadi identitas budaya yang membanggakan bagi masyarakat setempat.
Berbagai perlombaan digelar untuk menguji ketangkasan peserta, mulai dari menumbangkan sapi, melempar laso, hingga karambola atau adu cepat menangkap sapi. Perpaduan antara tradisi peternakan dan kompetisi olahraga menjadikan festival ini tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat nilai budaya.
Festival yang berlangsung pada 10 hingga 19 April ini mencapai puncaknya pada babak final rodeo yang menjadi daya tarik utama, termasuk bagi peserta wanita. Kehadiran ajang ini diharapkan terus mendorong pariwisata sekaligus melestarikan tradisi lokal di tengah perkembangan zaman. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)