Lemang Golek Asli Sako terbuat dari beras ketan putih yang diisi gula aren di bagian tengah, kemudian dibungkus daun pisang dan dipanggang hingga matang. Proses pembuatannya terbilang singkat, sehingga pembeli tidak perlu menunggu lama untuk menikmati lemang golek yang masih hangat dan harum.
Usaha milik Jolianto ini telah beroperasi selama satu tahun di depan Masjid Raya Kota Sungai Penuh. Lokasinya yang strategis di jantung kota membuat lapak lemang golek ini selalu ramai pembeli. Dalam sehari, Jolianto mampu menjual sekitar 500 hingga 700 lemang golek.
Dari penjualan tersebut, Jolianto mengaku bisa meraup keuntungan sekitar Rp400 ribu hingga Rp500 ribu per hari. Usaha ini tidak hanya membantu perekonomian keluarganya, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi empat orang karyawan yang membantunya setiap hari. “Per hari paling sekitar empat sampai lima ratus ribu rupiah, dan dibantu empat orang karyawan,” ujar Jolianto. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)