Dalam klarifikasinya, Arifatul menegaskan tidak ada maksud untuk membandingkan atau mengabaikan keselamatan penumpang lain. Ia menyadari bahwa pernyataannya kurang tepat, terutama di tengah suasana duka yang masih dirasakan para korban dan keluarga terdampak.
Menurutnya, keselamatan seluruh penumpang, baik perempuan maupun laki-laki, harus menjadi prioritas utama. Ia juga menekankan bahwa fokus utama dalam situasi seperti ini seharusnya adalah penanganan korban serta empati kepada semua pihak yang terdampak insiden.
Sebelumnya, usulan pemindahan posisi gerbong wanita menjadi perbincangan publik. Sejumlah pihak menilai wacana tersebut perlu dikaji lebih matang dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, kenyamanan, serta sistem operasional transportasi. Pemerintah pun diharapkan dapat menghadirkan kebijakan yang inklusif dan berpihak pada keselamatan seluruh pengguna transportasi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)