Di aliran sungai yang masih alami, para remaja tampak antusias bergotong royong membersihkan karpet. Suasana kebersamaan terasa hangat, diselingi canda dan tawa saat mereka mencuci sambil menikmati sejuknya air sungai dan pemandangan sekitar.
Prosesnya dilakukan secara sederhana namun penuh semangat. Karpet direndam di dalam air, kemudian diangkat ke tepi sungai untuk diberi sabun dan disikat bersama-sama. Setelah itu, karpet dibilas hingga bersih sebelum dijemur agar kering sempurna.
Bagi warga, tradisi ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, tetapi juga menjadi momen mempererat kebersamaan sekaligus ladang amal. Mereka berharap, melalui tradisi ini, keberkahan Ramadan dapat dirasakan bersama dan semangat gotong royong tetap terjaga dari generasi ke generasi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)