Pameran Seni dari Sampah Plastik Hadirkan Pesan Pelestarian Lingkungan

Ahmad Mumtaz Albika Musyarrif • 04 November 2026 08:00
Jakarta: Sampah plastik yang kerap dianggap tidak bernilai disulap menjadi karya seni berbentuk hewan dan makhluk imajinatif. Melalui pameran bertajuk 'Merengkuh Luka Peradaban' di Bentara Budaya Jakarta, seniman Intan Dewi Sukmawangi mengajak masyarakat melihat dampak kebiasaan konsumtif terhadap lingkungan.

Karya-karya tersebut tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga menyimpan pesan tentang kerusakan ekosistem dan nasib hewan yang terdampak. Intan mengaku tergerak mengolah limbah menjadi karya seni karena kecintaannya terhadap hewan. Ia ingin menyuarakan dampak kerusakan lingkungan terhadap makhluk hidup yang tidak dapat menyampaikan penderitaannya secara langsung. Berangkat dari keresahan tersebut, Intan beralih dari medium lukisan cat ke pemanfaatan berbagai material bekas.

Sejumlah karya dalam pameran ini memiliki makna personal bagi Intan. Figur kucing terinspirasi dari pengalamannya menyelamatkan hewan, sementara figur kuda didedikasikan untuk menggambarkan sosok ibunya yang kuat dan tangguh. Dalam proses pembuatannya, Intan mengaku menghadapi tantangan mengumpulkan bahan dari berbagai sumber. Material yang terkumpul pun tidak selalu sesuai dengan konsep awal sehingga ia perlu menyesuaikan gagasan dan rancangan karyanya.

Pameran Merengkuh Luka Peradaban mendapat sambutan positif dari pengunjung yang mengapresiasi kreativitas dalam mengolah limbah sekaligus pesan keberlanjutan yang disampaikan. Melalui karya-karyanya, Intan berharap masyarakat lebih bijak menggunakan produk berbahan plastik sekali pakai, membiasakan diri memilah sampah, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Ia juga mengingatkan bahwa kerusakan alam dapat mengancam keberadaan hewan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan manusia.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MUM)

Medcom Nasional Sampah plastik Pameran Seni rupa