Sering membunyikan leher saat pegal sebaiknya mulai dikurangi karena berisiko berdampak jangka panjang. Dokter Anestesiologi dan Pengobatan Nyeri Intervensional, Dr. Kunal Sood, MD, menjelaskan suara letupan bukanlah masalah utama, namun risiko muncul ketika leher terus dipaksa melampaui batas gerak normal hingga melonggarkan ligamen dan mengganggu stabilitas tulang leher.
Dalam kasus langka, kondisi ini dapat memicu robekan pembuluh darah leher yang berisiko menyebabkan stroke. Sebagai alternatif aman, Dr. Sood menyarankan latihan mobilitas ringan, perbaikan postur, penguatan otot, atau terapi terarah dibanding membunyikan leher secara agresif.
Sumber: Pexels
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(rzs)