Mengapa Kekerasan Terhadap Perempuan di Industri Hiburan Masih Marak?

Medcom • 26 Februari 2026 10:23
Awal 2026 diwarnai setidaknya empat kasus kekerasan seksual viral di industri hiburan, melibatkan Aureli (manipulasi sejak 2008), SA (pelecehan saat pemotretan), Tara (pemerkosaan tahun 2017), hingga remaja Adin yang terjebak modus casting call palsu. Kasus-kasus ini menyoroti pola manipulasi di mana pelaku memanfaatkan kepercayaan atau posisi profesional untuk menjerat korban.

Faktor utama maraknya kekerasan ini adalah ketimpangan relasi kuasa dan budaya patriarki yang menempatkan pelaku pada posisi dominan terhadap korban. Selain itu, para penyintas sering kali terhambat mencari keadilan karena beban pembuktian yang berat, stigma masyarakat, serta ancaman laporan balik atas pencemaran nama baik.

Sebagai respon, para sineas mulai menerapkan SOP produksi yang transparan dan mewajibkan adanya intimacy coordinator untuk adegan sensitif guna melindungi aktor. Asosiasi seperti APROFI juga memperketat ruang aman dengan komitmen untuk melakukan blacklist terhadap pelaku dari proyek-proyek masa depan agar lingkungan kerja lebih kondusif bagi semua orang.


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News


(rzs)

Medcom Lifestyle Kekerasan terhadap perempuan Kekerasan Kekerasan seksual Pelecehan seksual Video Viral