Mongol Stres, yang pernah mengaku sebagai mantan pemimpin gereja setan, memberikan tanggapan terkait video yang memperlihatkan dugaan ritual bernuansa satanik dalam sebuah acara di Pekalongan. Konten tersebut ramai dibicarakan setelah beredar di media sosial.
Menurut Mongol, tayangan tersebut cukup membuatnya stres karena mengingatkannya pada simbol dan praktik yang pernah ia kenal. Ia pun menyoroti penggunaan sejumlah ornamen yang dianggap memiliki nuansa satanik.
Mongol menjelaskan bahwa tidak semua simbol atau ritual yang terlihat menyeramkan di media sosial otomatis berkaitan dengan satanisme. Karena itu, masyarakat diminta tidak langsung mengambil kesimpulan tanpa mengetahui konteks sebenarnya dari kegiatan tersebut.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap penggunaan simbol keagamaan atau ritual tertentu, terutama jika berpotensi menimbulkan keresahan. Fenomena tersebut kemudian menjadi perbincangan luas di media sosial.
Dok. Instagram/mongolstres
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id
(rzs)