Pengakuan tersebut muncul setelah Aurelie merilis buku digital “Broken Strings”, sebuah memoar yang menceritakan pengalaman pahitnya saat berusia 15 tahun.
Aurelie menuturkan bahwa topik ini masih dianggap tabu di Indonesia, bahkan dirinya sempat mendapatkan serangan ketika berusaha speak up. Ia menegaskan bahwa tujuan memublikasikan kisahnya adalah membantu korban lain untuk berani bersuara.
Ia pun merasa bahagia melihat banyak korban yang mulai terbuka dan berharap mereka tidak ragu lagi untuk bercerita.
Dok. Instagram/aurelie
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(rzs)