Kesha menegaskan tidak pernah memberikan izin kepada pihak mana pun untuk memakai lagunya dalam mempromosikan kekerasan atau peperangan. Lagu yang dimaksud berjudul “Blow,” dirilis pada 19 November 2010 sebagai bagian dari album Cannibal.
Menurut Kesha, kasih sayang akan selalu mengalahkan kebencian, sehingga publik diajak saling menguatkan di tengah situasi global yang memanas. Pelantun “Tik Tok” ini menilai penggunaan lagunya tersebut bertolak belakang dengan prinsip hidupnya yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Di akhir pernyataannya, Kesha juga meminta publik tetap fokus pada isu hukum terkait kemunculan nama Donald Trump dalam dokumen yang diduga berkaitan dengan Epstein Files.
Dok. Instagram/kesha
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(rzs)