Sunburn pada bayi dan balita tidak bisa dianggap sepele karena kulit mereka masih tipis dan sensitif, sehingga lebih cepat mengalami iritasi atau luka bakar akibat sinar matahari, bahkan hanya dalam 10–15 menit.
Paparan sinar UV tetap berbahaya meski cuaca mendung, dan bisa menyebabkan kemerahan, nyeri, hingga dehidrasi. Dalam kasus lebih parah, anak berisiko mengalami kelelahan panas (heat exhaustion) atau heat stroke.
Luka bakar matahari terbagi dua tingkat, yaitu derajat pertama (ringan, kulit merah dan perih) dan derajat kedua (lebih serius, disertai lepuhan). Gejalanya sering muncul beberapa jam setelah terpapar, sehingga orang tua perlu tetap waspada setelah anak beraktivitas di luar ruangan.
Sumber Pexels
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(rzs)