Serangan ransomware terhadap pusat data nasional sementara (PDNS) 2 disorot. Hal tersebut dinilai membuat malu pemerintah, sebab kalah dengan peretas kelas bulu.
Pakar IT Alfons Tanujaya, melihat serangan ini terjadi karena kurangnya pertahanan data, akibat memanfaatkan Windows Defender. Sistem itu sangat kurang memproteksi penyimpanan data negara.
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(rzs)