OVO Dukung Digitalisasi Warung untuk Kemajuan Ekonomi Indonesia

Video Advertorial
Marcheilla Ariesta • 17 Desember 2019 16:38
Jakarta: Sudah sejak lama, warung menjadi bisnis andalan sebagian masyarakat Indonesia. Tercatat sejak 1920, kehadiran warung  menjadi salah satu penggerak perubahan ekonomi Indonesia.
 
Seiring perkembangan zaman dan perkembangan teknologi, warung pun harus tetap eksis untuk dapat menjangkau konsumen lebih luas dan melakukan transaksi dengan lebih efisien.
 
Untuk mendorong pemilik warung sebagai pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) lebih maju dan berkembang, diselenggarakan Festival Gerakan Warung Nasional (FGWN) di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Acara yang diinisiasi oleh Tokopedia dan Warung Pintar ini digelar pada 14-15 Desember 2019.
 
Saat ini tercatat lebih dari 60 juta usaha mikro di Indonesia, namun hanya sebagian yang dapat “naik kelas” menjadi usaha kecil dan menengah. Rendahnya literasi keuangan serta minimnya akses ke layanan keuangan seperti pinjaman ditengarai sebagai tantangan terbesar.
 
Dikenal sebagai salah platform pembayaran digital paling populer, kali ini  menegaskan OVO dukungan terhadap pertumbuhan UMKM Indonesia, "OVO ingin menjangkau lebih banyak pegiat UMKM dan memberikan stimulus dan dukungan yang tepat untuk akses, peluang, dan bisnis yang berkelanjutan," ucap CEO OVO Jason Thompson, saat ditemui di FGWN.
 
Salah satu bentuk dukungannya, ungkap Jason, adalah dengan menghadirkan solusi berbasis teknologi yang mudah diadopsi UMKM. "Dengan mendukung pembayaran, memberi pinjaman, maka bisnis bisa bertumbuh. Satu yang kami yakin adalah saat bicara mengenai bisnis, mereka tahu bisnis mereka dengan baik, dan mereka juga tahu bagaimana konsumen mereka. Jika kita mendukung mereka dengan layanan pembayaran, pinjaman yang aman, ini bisa mendukung ekonomi menengah Indonesia," tutur Jason.
                     
Perekonomian digital di Indonesia bertumbuh hingga 200 persen pada 2019. OVO menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi tersebut, yakni sebagai salah satu sistem pembayaran digital populer di Indonesia.
 
Jason pun optimistis cita-cita Presiden Joko Widodo bahwa Indonesia akan masuk lima besar ekonomi dunia dengan tingkat kemiskinan mendekati 0 persen pada 2045, akan terwujud.
 
"Saya yakin dengan visi Pak Jokowi bisa menstimulasi pasar ekonomi, stimulasi GDP, dan Indonesia bisa bertumbuh menjadi negara dengan ekonomi terbesar kelima di dunia," ujarnya.
 
Sementara itu, Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra menyatakan, OVO siap mendorong penetrasi pembayaran digital dan akselerasi inklusi keuangan.
 
"Melalui peran aktif dalam implementasi QRIS, serta memacu pertumbuhan ekonomi kerakyatan dengan memperkenalkan OVO DanaTara, layanan pinjaman modal usaha berbasis teknologi keuangan bagi pemilik warung dan UMKM," ujarnya.
 
OVO DanaTara merupakan layanan pinjaman modal usaha berbasis teknologi keuangan bagi pemilik warung dan UMKM untuk menerjemahkan visi pemerintah Indonesia.
 
Festival Gerakan Warung Nasional dibuka oleh Menteri Kooperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki. Festival Gerakan Warung Nasional merupakan puncak perayaan gerakan warung nasional. Diharapkan ekosistem warung yang terdigitalisasi dapat selalu relevan dengan perubahan zaman, sekaligus berperan dalam pemerataan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
 
Festival Gerakan Warung Nasional mengundang tak kurang dari 15 ribu mitra yang tergabung dalam Mitra Tokopedia dan Mitra Warung Pintar. Warung Pintar sebagai perusahaan rintisan (startup) membuka akses bagi para pemilik warung era digital agar ikut bertumbuh untuk ekonomi masa depan Indonesia
(GBI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai video ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif