Andien telah 26 tahun berada di industri musik. Dari seorang remaja yang dikenal sebagai “magma baru dunia jazz Indonesia”, bekerja dengan nama-nama besar seperti Elfa Secioria, Indra Lesmana, dan Aksan Sjuman, hingga hari ini ketika ia merasa jauh lebih bebas menentukan musiknya sendiri.
Di Shindu’s Scoop, Andien bercerita tentang masa awal karier, beban label sebagai penyanyi jazz, rasa takut salah, hingga masa ketika ia mulai bertanya-tanya harus membawa musiknya ke mana. Ia juga membahas Sehidup Semusik, album ke-9 yang mempertemukan berbagai warna musik dan 11 produser dalam 13 lagu, sekaligus menjadi cara Andien merangkum perjalanan musiknya sampai hari ini.
Simak wawancara eksklusif Andien dalam program Shindu's Scoop berikut ini.
(rzs)