Rilis Kementerian Agama soal 200 nama mubaligh untuk mengisi ceramah di masjid-masjid tanah air menuai pro dan kontra. Karena menurut sebagian kalangan rilis tersebut kurang tepat dan menilai Kemenag terlalu terburu-buru. Untuk itu Menag Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan permintaan maafnya, khususnya kepada mubaligh dan pihak-pihak yang merasa tidak nyaman dengan adanya rilis tersebut. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
dan follow Channel WhatsApp Medcom.id