Banjir Rendam Pati, Petani Bawang Merah Terpaksa Panen Lebih Awal

Medcom • 16 Januari 2026 14:15

Pati: Hujan yang terus mengguyur Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menyebabkan banjir meluas di sejumlah wilayah. Dampaknya, arus lalu lintas di jalur Pantura Pati–Rembang yang menghubungkan Jawa Tengah dan Jawa Timur mengalami kepadatan. Selain mengganggu mobilitas warga, banjir juga memaksa petani bawang merah memanen tanaman mereka lebih awal.

 

Genangan air di jalur Pantura tersebut telah terjadi selama hampir lima hari. Air yang menggenangi badan jalan membuat kendaraan melaju perlahan di beberapa titik. Bahkan, sejumlah pengendara roda dua memilih berhenti sementara karena khawatir kendaraan mereka mogok akibat terendam air.

 

Untuk mengantisipasi kemacetan, pihak kepolisian menerjunkan puluhan personel guna melakukan pengaturan lalu lintas serta bersiaga di titik-titik rawan. Sementara itu, banjir juga merendam lahan pertanian bawang merah di Desa Ngurenrejo, Kecamatan Wedarijaksa. Akibatnya, petani terpaksa melakukan panen lebih awal meski usia tanaman belum optimal, sehingga berpotensi menurunkan kualitas dan hasil panen.

 

Salah seorang petani bawang merah, Warsito, mengungkapkan kerugian akibat banjir diperkirakan cukup besar. Untuk setiap hektare lahan, biaya produksi yang telah dikeluarkan petani mencapai sekitar Rp175 juta. Di Desa Ngurenrejo sendiri, terdapat lebih dari 15 hektare lahan bawang merah yang terdampak banjir. Para petani pun berharap hasil panen tetap dapat dijual dengan harga normal agar kerugian tidak semakin membesar.

 

(Ahmad Mumtaz Albika Musyarrif)



Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News


(MMI)

Medcom Nasional