Meski fasilitasnya masih terbatas, antusiasme masyarakat terbilang tinggi. Setiap pekan, puluhan peserta dari berbagai kalangan datang untuk berlatih, mulai dari pelajar, pekerja, hingga ibu rumah tangga. Di bawah bimbingan pelatih berpengalaman, mereka mempelajari teknik dasar tinju, disiplin, dan sportivitas dalam suasana yang terbuka dan akrab.
Komunitas yang mengelola arena tersebut mencatat jumlah anggota telah menembus lebih dari 100 orang dalam waktu singkat. Bagi banyak peserta, keberadaan arena tinju ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga ruang untuk membangun pertemanan, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat. Beberapa peserta bahkan mulai dipersiapkan untuk mengikuti pertandingan tinju amatir.
Di tengah upaya berbagai pihak menekan angka tawuran, arena tinju bawah flyover Pasar Rebo menghadirkan harapan baru. Dengan biaya latihan yang terjangkau dan akses yang mudah, tempat ini membuktikan bahwa ruang publik dapat diubah menjadi sarana pembinaan generasi muda. Harapannya, semakin banyak fasilitas serupa yang hadir sehingga lebih banyak anak muda memiliki pilihan untuk berkembang melalui olahraga dan prestasi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)