Soppeng: Di tengah keterbatasan fasilitas, guru SDN 140 Masumpu, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, menyulap lahan kosong di samping sekolah menjadi taman numerasi. Ruang belajar terbuka ini dimanfaatkan siswa untuk mempelajari matematika melalui berbagai permainan dan aktivitas kreatif yang menyenangkan.
Taman numerasi tersebut dibangun secara gotong royong oleh para guru dengan memanfaatkan lahan kosong yang tersedia. Dengan jumlah siswa sekitar 55 orang dan keterbatasan anggaran, para guru secara sukarela mengumpulkan dana untuk membeli cat serta kebutuhan pembangunan lainnya. Lahan yang sebelumnya tidak digunakan kemudian dibersihkan dan ditata menjadi ruang belajar. “Kami guru-guru yang ada di sekolah ini berinisiatif untuk membangun taman numerasi untuk mendekatkan konsep matematika dalam kehidupan siswa sehari-hari. Kami sadar pembelajaran matematika tidak cukup hanya dilaksanakan dalam lingkup kelas,” ujar Guru Kelas 6 SDN 140 Masumpu, Agus Supramono.
Kehadiran taman numerasi membuat siswa dapat belajar menghitung, memecahkan masalah, dan bekerja sama melalui berbagai permainan. “Senang dengan taman ini karena bisa bermain sambil belajar matematika. Jadi tidak takut lagi dengan matematika,” ujar salah seorang siswa. Kepala sekolah juga mengapresiasi inovasi tersebut karena membantu siswa memahami bahwa konsep matematika dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Inovasi tersebut membawa salah seorang guru, Agus Supramono, terpilih untuk berbagi praktik baik dalam SAPA GTK Episode 6 bertema 'Satu Tahun Gerakan Numerasi Nasional' yang digelar secara daring. Agus juga tercatat sebagai Duta Teknologi Kemendikbud, Google Certified Trainer, serta peraih peringkat kedua Guru SD Transformatif Nasional 2025. Melalui taman numerasi, para guru SDN 140 Masumpu membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas tidak menghalangi upaya menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif dan bermakna bagi siswa.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MUM)