Salah satu barang yang paling banyak diminati adalah perhiasan imitasi dengan desain khas Timur Tengah. Selain harganya relatif terjangkau, perhiasan tersebut dinilai menarik untuk dijadikan kenang-kenangan dari Tanah Suci. Tak hanya itu, kurma, cokelat, tasbih, hingga berbagai aksesori khas Arab Saudi juga menjadi pilihan favorit para jemaah. Menariknya, sejumlah pedagang bahkan menerima pembayaran menggunakan rupiah sehingga memudahkan transaksi bagi pembeli asal Indonesia.
Di tengah kesibukan berbelanja, para jemaah juga mulai bersiap menghadapi proses kepulangan. Ratusan koper dikumpulkan di area penginapan untuk menjalani pemeriksaan sebelum diberangkatkan ke Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Setiap koper harus melalui pemeriksaan keamanan dan penimbangan guna memastikan berat bagasi tidak melebihi batas maksimal yang ditentukan maskapai.
Demi membawa lebih banyak oleh-oleh untuk keluarga, sebagian jemaah rela meninggalkan atau menyumbangkan barang-barang yang dibawa dari Indonesia. Bagi mereka, kebahagiaan keluarga di kampung halaman menjadi prioritas utama setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)