Tak hanya menjadi pusat aktivitas warga, Bundaran HI kini bertransformasi menjadi ruang kebersamaan yang terbuka bagi seluruh masyarakat. Perayaan yang diselenggarakan Pemprov DKI Jakarta melalui Disparekraf ini menghadirkan pesan perdamaian, toleransi, dan harmoni antarumat beragama. Warga yang datang dapat menikmati dekorasi bertema Waisak, instalasi cahaya, hingga miniatur Candi Borobudur yang menjadi daya tarik tersendiri.
Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) DKI Jakarta menyebut pemilihan ruang publik sebagai lokasi perayaan menjadi simbol Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan menghargai keberagaman. Selain prosesi keagamaan, acara juga diramaikan penampilan budaya dan festival cahaya yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang latar belakang agama maupun budaya.
Antusiasme warga pun terlihat sejak persiapan dilakukan. Banyak pengunjung mengaku terkesan dengan suasana Waisak di tengah pusat kota yang dinilai mencerminkan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Melalui perayaan ini, Jakarta tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga memperkuat citra sebagai kota yang terbuka, toleran, dan memberi ruang bagi setiap perayaan budaya maupun keagamaan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)