Di tengah meningkatnya kasus kejahatan jalanan, publik juga sempat dihebohkan dengan kabar dugaan begal yang dialami seorang model berinisial ADV di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Namun setelah dilakukan penyelidikan, polisi memastikan laporan tersebut tidak benar atau hoax. Informasi palsu itu disebut disebarkan hanya karena iseng, namun tetap berdampak besar karena memicu keresahan masyarakat dan mengganggu fokus aparat dalam menangani kasus nyata.
Berdasarkan pemetaan kepolisian, sejumlah wilayah di Jakarta masuk kategori rawan begal. Di antaranya kawasan Pluit dan Penjaringan di Jakarta Utara, Kalideres dan Kebon Jeruk di Jakarta Barat, hingga Kalimalang dan Pasar Klender di Jakarta Timur. Selain itu, beberapa titik di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan juga masuk radar pengawasan karena memiliki mobilitas tinggi namun rawan tindak kriminal pada malam hari.
Untuk menekan angka kejahatan, Polda Metro Jaya membentuk Tim Pemburu Begal yang bertugas melakukan patroli dan penindakan secara aktif di kawasan rawan. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jakarta bersama kepolisian juga memperkuat pengawasan melalui integrasi 24 ribu kamera CCTV di berbagai sudut kota. Masyarakat diimbau tetap waspada, menghindari jalan sepi pada malam hari, serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)