Kisah Koperasi Perempuan di Surabaya, Modal Bersama untuk Usaha hingga Pendidikan Anak

Ahmad Mumtaz Albika Musyarrif • 29 Oktober 2026 14:06
Surabaya: Sejumlah perempuan di Kampung Pinggir Rel Dupak Magersari, Surabaya, Jawa Timur, membangun kemandirian ekonomi melalui Koperasi Srikandi Kapirel. Dengan menyisihkan uang Rp2.000 per hari, para anggota menghimpun modal bersama untuk membantu memenuhi kebutuhan ekonomi, mulai dari tambahan modal usaha hingga biaya pendidikan anak dan perbaikan rumah.

Koperasi hanya berawal dari kelompok kecil beranggotakan 13 orang dan kini berkembang menjadi sekitar 25 anggota. Dana yang terkumpul disebut telah mencapai lebih dari Rp50 juta dan diputar melalui skema pinjaman bagi anggota yang membutuhkan. Pada awal pembentukannya, pengelola menghadapi tantangan untuk meyakinkan warga tentang manfaat koperasi. Namun, setelah anggota awal merasakan manfaatnya, keikutsertaan warga dari lingkungan RT lain mulai bertambah hingga terbentuk tiga kelompok.

Skema tersebut memberi kesempatan kepada anggota untuk mengakses pembiayaan dengan menyisihkan tabungan secara rutin dan mengembalikan pinjaman agar dapat digunakan kembali oleh anggota lainnya. Sejumlah anggota memanfaatkan dana untuk mengembangkan usaha rumahan, memenuhi kebutuhan sekolah anak, hingga memperbaiki hunian. Di kawasan ini, warga juga menjalankan berbagai usaha kecil, termasuk berdagang dan memproduksi jajanan maupun dandang.

Bagi para anggota, Koperasi Srikandi Kapirel bukan sekadar tempat menghimpun tabungan dan memperoleh pinjaman, melainkan juga wadah gotong royong untuk menghadapi kebutuhan sehari-hari. Kisah mereka menunjukkan bahwa penguatan ekonomi keluarga dapat dimulai dari langkah sederhana. Keberlanjutan koperasi pun bergantung pada kepercayaan antaranggota, pengelolaan dana yang baik, serta kemampuan memperluas manfaat bagi masyarakat sekitar.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MUM)

Medcom Nasional Koperasi