Meskipun pendaftarannya dilakukan melalui sekolah masing-masing dan bersifat tidak wajib atau sukarela, banyak siswa dan orang tua yang tetap antusias karena manfaatnya yang besar bagi masa depan akademik.
Nah, buat kamu yang masih ragu, ingat ya bahwa penutupan pendaftarannya adalah tanggal 28 Februari, jadi sebaiknya segera pastikan keikutsertaanmu ke pihak sekolah agar tidak terburu-buru di akhir waktu.
Berbeda dengan ujian yang mungkin dibayangkan bakal sangat berat, TKA kali ini dirancang lebih simpel dengan hanya mengujikan dua mata pelajaran utama, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika. Fokusnya adalah untuk mengukur literasi dan numerasi sebagai pondasi dasar dalam memahami berbagai informasi.
Kabar baiknya lagi, ujian ini hanya menjadwalkan satu mata pelajaran per hari supaya siswa bisa lebih fokus dan tidak merasa lelah. Selain itu, tahun ini TKA sudah terintegrasi dengan Asesmen Nasional (AN), sehingga siswa tidak perlu dibebani dengan tes yang berkali-kali. Jika ingin curi start untuk belajar, kamu bisa langsung mengunjungi laman resmi Pusmendik untuk mencoba simulasi soal agar mentalmu lebih siap saat hari H nanti.
Lalu, apa sih gunanya nilai TKA ini nanti? Selain sebagai alat diagnostik untuk melihat peta kemampuan akademikmu, nilai ini berperan penting sebagai validator nilai rapor dan menjadi pertimbangan utama dalam seleksi masuk sekolah melalui jalur prestasi. Dengan nilai TKA yang terstandar secara nasional, tim seleksi akan lebih yakin dengan kualitas akademik yang kamu miliki. Pesan dari pihak kementerian, para orang tua tidak perlu menjadikan tes ini sebagai momok yang menakutkan bagi anak.
Anggap saja ini sebagai sarana evaluasi diri yang positif, apalagi TKA ini sepenuhnya gratis alias tidak dipungut biaya apa pun. Jadi, tetap semangat belajar dan manfaatkan waktu persiapan yang masih cukup panjang ini ya! Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(rzs)