Di Kecamatan Siulak, Sungai Bermas, misalnya, ketersediaan tebu menjadi kendala utama. Petani setempat mengaku hanya mampu memproduksi sekitar 800 kilogram hingga 1 ton gula merah per pekan. Jumlah tersebut jauh di bawah kebutuhan pasar yang selama Ramadan bisa mencapai hingga 10 ton per minggu.
Meski permintaan melonjak, harga gula merah relatif stabil di kisaran Rp10.000 hingga Rp11.000 per kilogram. Kondisi ini membuat petani belum sepenuhnya merasakan dampak peningkatan permintaan karena keterbatasan pasokan bahan baku membatasi volume produksi.
Salah seorang petani, Retmisal, mengatakan permintaan memang cukup tinggi selama Ramadan, tetapi produksi tidak dapat ditingkatkan secara signifikan. “Permintaan lumayan tinggi, tapi kita terkendala bahan baku. Dalam seminggu sekarang ini paling bisa sekitar 1 ton,” ujarnya. Ia berharap ketersediaan bahan baku ke depan dapat lebih terjamin agar petani mampu memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)