Jakarta: Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk merefleksikan kembali semangat perjuangan dan persatuan bangsa. Salah satu tokoh yang dapat diteladani generasi muda adalah Mohammad Hatta atau Bung Hatta, proklamator kemerdekaan sekaligus wakil presiden pertama Republik Indonesia. Integritas, kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, dan kesederhanaannya menjadi nilai penting yang tetap relevan hingga kini.
Bung Hatta lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 12 Agustus 1902. Sejak muda, ia aktif dalam pergerakan nasional. Saat menempuh pendidikan di Belanda, ia terlibat dalam Perhimpunan Indonesia dan memperjuangkan kemerdekaan melalui pemikiran serta diplomasi. Pada 1927, Bung Hatta ditahan pemerintah kolonial Belanda karena aktivitas politiknya sebelum akhirnya dibebaskan pada 1928. Perjalanan tersebut menunjukkan keteguhan prinsipnya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Selain dikenal sebagai tokoh pergerakan, Bung Hatta juga memiliki kecintaan besar terhadap membaca dan menulis. Ia memandang pengetahuan sebagai bekal penting untuk memahami persoalan bangsa dan merumuskan solusi. Setelah Indonesia merdeka, Bung Hatta menjalankan tugas sebagai wakil presiden pertama dan berperan dalam perjuangan diplomasi untuk mempertahankan kemerdekaan. Ia juga menyumbangkan pemikiran bagi perkembangan demokrasi dan perekonomian rakyat.
Memasuki peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026, generasi muda diajak meneruskan nilai perjuangan tersebut melalui tindakan nyata. Kebiasaan membaca, berpikir kritis, menjaga kejujuran, menghargai perbedaan, dan memperkuat persatuan menjadi langkah penting untuk berkontribusi bagi masyarakat. Meneladani Bung Hatta bukan sekadar mengenang perjuangannya, melainkan juga menerapkan integritas, kesungguhan dalam belajar, dan pengabdian kepada bangsa dalam kehidupan sehari-hari.
(MUM)